Stabilitas Sistem Keuangan Triwulan II Normal, KSSK Tetap Waspada Hadapi Triwulan III

Jakarta, suarapika.id – Stabilitas sistem keuangan pada triwulan II tahun 2021 berada dalam kondisi normal di tengah meningkatnya kasus varian delta Covid-19. Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan menyepakati komitmen bersama untuk terus memperkuat sinergi untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan terus mempertahankan momentum pemulihan ekonomi.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada Jumat (06/08) menyebut bahwa adanya momentum penguatan kinerja ekonomi global, adanya kebijakan countercyclical pemerintah, serta kebijakan moneter dan sektor keuangan yang tepat telah mampu mendorong arah pemulihan ekonomi nasional.

“Faktornya adalah memang ada faktor ekonomi global (membaik) yang menyumbang, kebijakan countercyclical dari pemerintah yaitu dalam bentuk fiskal dan non fiskal, serta kebijakan moneter dan sektor keuangan dari Bank Indonesia dan OJK yang akomodatif telah mendorong berlanjutnya pemulihan ekonomi nasional kita,” jelas Menkeu.

Stabilitas sistem keuangan masih terkendali, tetapi kewaspadaan terus ditingkatkan untuk menghadapi ketidakpastian. Perekonomian menunjukkan tren pertumbuhan yang positif dan semakin membaik, namun adanya lonjakan kasus Covid-19 yang diikuti dengan kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat diproyeksikan akan kembali menahan laju pemulihan ekonomi.

Menkeu menyebut proses pemulihan ekonomi nasional dalam semester II akan sangat terkait erat dengan proses penanganan dan pengendalian pandemi Covid-19. Memasuki triwulan III tahun 2021, perekonomian nasional kembali menghadapi tantangan dengan meningkatnya penyebaran varian delta Covid-19. Peningkatan kasus ini telah mendorong pemerintah melakukan pembatasan mobilitas, dari mulai PPKM darurat yang kemudian diubah menjadi empat level yang lebih detail. Menkeu memperkirakan, penerapan PPKM darurat dan level 4 dan 3 akan mengurangi aktivitas perekonomian khususnya yang identik dengan mobilitas seperti kegiatan konsumsi, investasi. Dengan menyebarnya Covid delta di seluruh dunia, maka ini juga diperkirakan akan mempengaruhi global outlook dan ekspor.

See also  Penyerang Mabes Polri Mirip Inong Baleh

“Oleh karena itu kita semuanya memiliki kepentingan bersama untuk benar-benar mengendalikan penyebaran varian delta Covid-19 yang akan memberikan downside risk bagi outlook pertumbuhan ekonomi pada paruh kedua tahun 2021. Pemerintah dalam hal ini melalui instrumen APBN akan terus bekerja keras untuk melindungi masyarakat dan menjaga keberlanjutan proses pemulihan ekonomi nasional,” tegas Menkeu.

Pemerintah tetap fokus dalam upaya pengendalian Covid-19 pada masa PPKM, dengan akselerasi vaksinasi, melindungi masyarakat rentan, dan membantu pelaku usaha melalui berbagai program perlinsos, serta meningkatkan daya saing.

“Pemerintah juga akan terus memberikan dukungan insentif bagi pemulihan sektor usaha sehingga mereka kembali bisa bangkit dan recover. Perpanjangan beberapa program dukungan dan insentif usaha juga dilakukan agar tren pemulihan di sektor usaha dapat terus dijaga,” tukas Menkeu. [Kemenkeu]

Leave a Reply

Your email address will not be published.