Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI bagi Wanita Rawan Sosial Ekonomi di Majalengka

Majalengka, suarapika.id – Kementerian Sosial melalui Balai “Mulya Jaya” di Jakarta terus melakukan respon kasus kepada Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) yang sangat membutuhkan. Respon kasus ini dilakukan berdasarkan laporan yang datang langsung dari masyarakat mengenai adanya wanita rawan sosial ekonomi di daerah Kabupaten Majalengka. Hal ini sesuai dengan arahan Menteri Sosial, Tri Rismaharini agar seluruh balai dapat merespon secara cepat permasalahan dan kebutuhan PPKS. 

 
Tepatnya di Desa Lojikobong, Kecamatan Sumberjaya, terdapat satu keluarga terdiri dari seorang ibu bernama Miga dan 4 orang anak yang menempati rumah ukuran sekitar 3×4 meter dengan beratapkan genting tua dan dinding rumah batubata yang sebagiannya sudah roboh. Rumah tersebut bukan miliknya melainkan milik ibu RT yang merasa kasihan dan memberikan kesempatan untuk dapat ditinggali sementara sampai Miga memiliki rumah sendiri. 
 
Saat dikunjungi, rumah yang ia tempati hanya terdapat satu alat masak, tidak ada meja atau lemari, serta satu tempat tidur usang dan pakaian yang berserakan di atas tanah. Miga menempati rumah tersebut dengan anak-anaknya yang berusia 11 tahun, 6 tahun, 5 tahun, dan 3 tahun. 
 
Sementara suaminya tidak tinggal menetap bersama mereka karena memiliki 3 orang istri. Suami sirinya hanya sesekali datang dan memberikan uang sebesar 25 ribu rupiah namun itupun tidak menentu. Kondisi Miga yang tidak memiliki pekerjaan membuatnya hanya mengandalkan belas kasihan tetangga yang memberikannya makanan. 
 
Dengan kebutuhan sehari-hari yang tidak terpenuhi, hal ini juga memengaruhi kondisi fisik keempat anak Miga yang tumbuh dengan gizi kurang baik, salah seorang anak memiliki penyakit kulit karena pakaian yang tidak layak dan kotor. 
 
Menurut Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos) Kabupaten Majalengka, Yati Rosmiati, anak pertama Miga saat ini duduk di kelas 5 Sekolah Dasar dan kelas 1 sekolah Dasar. Selama ini keluarga tersebut tidak pernah mendapatkan bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Kartu Indonesia Pintar, atau Kartu Indonesia Sehat (KIS). Yati telah berkoordinasi untuk dapat mengajukan Miga masuk ke dalam penerima PKH namun saat ini masih menunggu proses pemutakhiran data. 
 
Berdasarkan hasil asesmen yang telah dilakukan pada 7 Agustus lalu, Miga membutuhkan pemenuhan kebutuhan hidup layak berupa kebutuhan dasar yang tidak bisa ditunda karena kondisi anak yang kelaparan dan bantuan untuk membuka usaha warung kecil-kecilan dirumahnya untuk dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari. 
 
Miga ingin berjualan camilan karena lingkungan rumahnya dekat dengan sekolah dan ramai dengan anak-anak. Selain itu, ia juga memiliki tunggakan biaya pembelian tanah sebesar 2 juta rupiah seluas 56 meter persegi yang sebelumnya pernah ia cicil dari total 5 juta rupiah dan diperbolehkan membangun rumah apabila telah melunasi tunggakan tersebut. Sementara bahan material bangunan telah tersedia dari swadaya masyarakat. 
 
Berdasarkan hasil asesmen dan home visit, hari ini (18/8) Balai “Mulya Jaya” memberikan bantuan ATENSI berbasis keluarga kepada Miga sesuai dengan kebutuhannya. Rincian kebutuhan yang diberikan dengan total bantuan sejumlah Rp. 11.200.000 berupa peralatan dan bahan berjualan makanan, kasur, karpet, kebutuhan makan anak, kebutuhan pakaian anak, peralatan mandi, gerobak untuk berdagang, dan uang sebesar 2 juta untuk melunasi tanahnya. 
 
Kepala Balai, Ai Herliyah yang langsung memberikan bantuan secara simbolis kepada Miga menyampaikan bahwa ini merupakan bentuk tanggungjawab Kementerian Sosial dalam merespon secara cepat permasalahan dan kebutuhan PPKS. Ai berharap bantuan ini dapat membantu Miga berdaya secara ekonomi sehingga dapat menghidupi kehidupannya secara layak bersama keempat anaknya. 
 
“Bantuan ini kami berikan dari Kementerian Sosial melalui Balai “Mulya Jaya” untuk Miga dan anak-anaknya. Jadi mulai sekarang Miga sudah bisa buka usaha, semua kebutuhan dan keperluannya sudah dilengkapi. Mulai sekarang berusaha hidup mandiri, tidak bergantung pada belas kasihan tetangga. Semoga bantuan yang sudah diberikan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya ya,” ujar Ai. 
 
Miga sangat bersyukur dengan bantuan yang diterimanya dan mengucapkan terima kasih telah memberikan perhatian yang luar biasa bagi dirinya dan keluarganya. 
 
“Saya mengucapkan banyak terima kasih bu atas semua bantuannya. Ini semua sangat bermanfaat sekali untuk saya dan anak-anak. Semoga usaha saya lancar kedepannya,” ucap Miga. 
 
Kegiatan penyerahan bantuan ini juga dihadiri Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Majalengka, Euis Kusnawati dan jajarannya, Sekretaris Kecamatan Sumberjaya, Abdul Jaya, Kepala Desa Loji Kobong, Eman, dan Kepala Dusun Blok Jumat, Yunus.[Kemensos]
See also  Empat Desa Kabupaten Semarang Jadi Kandidat Percontohan Antikorupsi dari KPK

Leave a Reply

Your email address will not be published.