Gelar Talkshow, Kementan Pastikan Stok Hewan Kurban Aman

Ciawi, suarapika.id – Kementerian Pertanian menggelar talkshow “Tani on Stage” di halaman Masjid Baiturrahman Kaum, Kampung Seuseupan, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa, 5 Juli 2022. Kegiatan ini dihadiri pengurus DKM Masjid dan puluhan peserta dari masyarakat sekitar.

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri membuka talkshow ini dengan menyampaikan beberapa pesan. Diantaranya adalah terkait kecukupan kurban tahun ini yang diperkirakan mencapai 1,8 juta atau meningkat 11-13 persen. “Insyaallah bisa kita penuhi dari sentra ternak yang ada di zona hijau,” ujar Kuntoro.

Sementara itu, kondisi ternak yang ada di zona merah harus dilakukan lock down dan pengawasan ketat baik dari Kementan, satgas PMK termasuk Polri dan Pemda. “Penangganan PMK oleh Pemerintah saat ini sudah masuk fase vaksinasi dan kita berharap PMK bisa kita segera atasi. Kita ingin sampaikan, Insyaallah Idul Qurban tahun bisa kita lalui dengan baik,” katanya.

Direktur Kesehatan Masyarakat Veterinar, Dirjen PKH Kementan, Syamsul Ma’rif mengatakan bahwa setiap penyembelihan harus memperhatikan intruksi dan arahan dari petugas kesehatan hewan. Termasuk pada saat daging kurban akan dibagikan.

“Jadi nanti yang menentukan hewan itu layak atau tidak ada dokter hewan. Dan yang penting kalau kita temukan si hewan sakit berat, saya sarankan agar jangan dipotong dulu. Ini untuk ketentraman batin si hewan,” katanya.

Syamsul berharap masyarakat yang mendapat daging kurban agar peka terhadap kebersihan. Misalnya ketika dagang sampai di rumah, sebaiknya disimpan di lemari es sampai 24 jam. Setelah itu dipindahkan ke freezer.

“Atau direbus sekalian dan jangan dicuci dulu. Kemudian begitu mendapatkan daging, plastiknya jangan dibuang sembarangan, kalau bisa rendam dulu pake diterjen atau disinfektan,” katanya.

See also  Temui Jaksa Agung Burhanuddin, AMSUB Serahkan Dugaan Korupsi di Sumut ke Jamintel

Sekretaris Komisi Fatwa Majlis Ulama Indonesia (MUI), Miftahul Huda menyampaikan bahwa sebaiknya penyembelihan kurban diselaraskan dengan hadis nabi, dimana ada beberapa sifat hewan yang tidak bisa disembelih.

“Pertama hewan yang matanya buta jelas tidak boleh dikurbankan. Kedua hewan yang pincang juga tidak boleh dan hewan yang tidak bisa berjalan dan hewan yang sangat kurus juga tidak boleh. Nanti tinggal kita selaraskan saja dengan gejala PMK,” ujarnya.

Ketua DKM Masjid Baiturrahman, KH Mumuh Mukoyin menyampaikan terimakasih atas perhatian Kementan terhadap kegiatan penyembelihan hewan kurban di Kecamatan Ciawi. Bagi Mumuh, perhatian dan sosialisasi ini penting dilakukan untuk menekan penyebaran PMK.

“Kita dari dulu kalau mau menyembelih selalu minta dokter hewan UPT Dinas Ciawi untuk mendampingi. Alhamdulillah tahun ini kita mendapat perhatian besar dari kementan,” katanya. [Kementan]

Leave a Reply

Your email address will not be published.